News

Atlantis Kota yang Hilang di laut Jawa

Administrator | Selasa, 19 Desember 2017 - 20:36:58 WIB | dibaca: 204 pembaca

JATINEGARA (JakPos.web.id) -  Konon ini kota yang hilang,  memiliki peradaban yang tinggi yakni kota Atlantis.   Kota Atlantis yang ditengarai berada dilaut Jawa itu diperkuat oleh berbagai sumber yang telah memaparkan secara gamblang tentang kota yang hilang ditanah Nusantara.

Penulis
Buku Kota Atlantis peradaban yang hilang, Dhani Irwanto, memiliki sejumlah bukti dari contoh hasil sumber alam yang telah berlangsung ribuan tahun lalu yang terjadi dibumi Indonesia berupa tumbuhan, hewan dan mineral yang terkandung.

Negara
kita memiliki satwa dan spesies yang ada di Indonesia. kopi, buah yang kulitnya keras (kelapa) dan padi. Hasil bumi berupa tambang seperti emas, perak, tembaga, perunggu dan pada zaman dulu timah terkenal dari sini," terang Dhani saat diskusi buku di Jatinegara, Jakarta Timur, (19/12).

Secara
kondisi Geografi menurut Dhani, pada masa itu terdapat gunung-gunung menjulang tinggi dan dibatasi aliran sungai yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian hingga saat ini.

Bentuk
dataran secara umum lonjong dataran rendah dan dikelilingi pegunungan terdapat di Kalimantan Tengah dan Selatan. Didalam dataran terdapat saluran air baik lebar dan jaraknya setelah saya ukur hamper sama atau mirip sekali," tegasnyan.

"Digali di Kalimantan sangat
cocok sekali saat ini dipakai untuk transportasi (sungai). Saluran pedalaman menggunakan transportasi air dipedalaman Kalimantan dan pasar," imbuhnya.

Lebih
lanjut, dia menjelaskan kota yang ada dilaut terletak di bagian selatan dan utara di laut Jawa.

"Pulau
kotanya (Atlantis) ada dilaut atau selat kotanya diselatan dan utara laut Jawa," kata Dhani.

Kesempatan yang sama,  Ahmad Y Samanto, musnahnya
kota Atlantis diperkirakan 11 ribu tahun lalu diduga karena bencana alam saat masa Nabi Nuh AS.

"Musnahnya 11
ribu tahun lalu karena banjir besar zaman Nabi Nuh," ucap Ketua Istitute Nusantara Raya.  Masih kata Samanto, filosofi Bhineka TunggaI Ika harus dipahami dan konsep revolusi budaya.

"
Kita harus memahami filosofi Bhineka Tunggal Ika dan kita harus meresepkan konsep revolusi budaya, kebijaksanaan kearifan sampai hari kiamat dari zaman Adam. Kebenaran itu ada Tuhan itu satu di zaman Adam itu memiliki kekuatan spritual," tuturnya.

Sumanto
juga telah membentuk dewan adat nusantara untuk agar generasi penerus percaya diri dengan kebudayaan bangsa sendiri.

"Saya
sudah bentuk dewan adat nusantara kita sadari jati diri bangsa dan generasi percaya diri," kata Sumanto.

Keterangan
serupa terkait peradaban menurut SekjenBarisan Nusantara, Ahmad Suryadi Nomi dengan mengawal kajian-kajian ataupun tradisi untuk menjadi modal peradaban bangsa.

"Kajian-kajian
seperti ini adalah salah satu modal peradaban kita bangsa muslim ini tradisi dan kondisi untuk mengawal peradaban," pungkas Sumanto (Dw/JP)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)