Kerak Telor

Gabus Pacung, Gurih Menggiurkan

Administrator | Sabtu, 23 Desember 2017 - 00:41:15 WIB | dibaca: 173 pembaca

Jakarta - (Jakpos.web.id) - Seiring waktu dan pesatnya perkembangan Jakarta, semakin sulit untuk mendapatkan rumah makan yang menyajikan sayur gabus pucung. Rahma, pecinta kuliner Betawi ini menyatakan akan kerinduan makanan keluarga besarnya. Sulit banget nyari warung atau restoran menjual makanan gabus pacung, ujarnya. Jumat (22/12). 

Sayur ikan gabus pucung merupakan makanan khas betawi yang sudah berlangsung dari generasi ke generasi. Bahkan makanan ini menjadi bagian dari salah satu tradisi masyarakat betawi yang disebut “nyorog”. Nyorog adalah tradisi masyarakat Betawi berupa kewajiban menghantarkan makanan kepada orangtua dari anak, atau menantu kepada mertua setiap menjelang bulan puasa dan lebaran.

Sayur ikan gabus pucung menjadi salah satu makanan yang diserahkan pada orang tua/ mertua. Meskipun saat ini tradisi tersebut sudah banyak ditinggalkan masyarakat betawi, sayur ikan gabus pucung tetap masih dinikmati oleh sebagian masyarakat betawi dan non-betawi. Di masa lalu, menu sayur ikan gabus pucung ini juga menjadi menu khusus pada perhelatan atau jamuan penting, dan menjadi penarik selera. Pada saat ini gabus pucung dihadirkan pada acara kumpul keluarga, atau menyambut tamu khusus yang tidak berjumlah besar.

Gabus Pucung adalah hidangan ikan berkuah, memiliki kuah berwarna kehitaman karena bahan utamanya adalah pucung atau orang Jawa mengenalnya sebagai kluwak. Tampilan kuah pucung mirip dengan rawon dari Jawa Timur. Sedangkan bumbu-bumbunya adalah cabai, bawang merah, bawang putih, kencur, jahe dan kunyit. 

Tapi Anda masih bisa menikmati gurih dan enaknya sayur gabus pucung di rumah makan bernama Warung Gabus Bu Lukman yang letaknya di samping Gelanggang Olahraga (GOR) Bekasi, Udin Kombo dan rumah makan Betawi H. Nasun, di Jagakarsa, ujar Ismail (50)

Islmail mengutarakan bahwa memang langka warung makan yang menjual gabus pancung, anda keliling Jakarta bisa pengel, hampir tidak ada yang menjual lagi, ya kalau mau datang saja ke Bekasi atau daerah Jagakarsa, tangkasnya. (Bia/JP)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)