Balai Kota

Gubernur Dipilih DPRD, Djarot Dinilai Mundur Berdemokrasi

Administrator | Minggu, 24 September 2017 - 09:41:11 WIB | dibaca: 88 pembaca

Jakarta, JakPos.web.id - Gagasan terkait gubernur DKI Jakarta dipilih secara tidak langsung yang dilontarkan oleh Gubernur Djarot Saiful Hidayat dinilai memiliki pemahaman salah. Hal itu dikatakan oleh Asep Warlan Yusuf selaku pengamat politik dari Universitas Parahyangan. Pasalnya ketika Ahok masih menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta, Djarot tegas menolak wacana tersebut. "Sayang ya, jadinya nggak sekeren Ahok, kepala daerah dipilih DPRD itu setback, mundur dari berdemokrasi," katanya, Kamis (22/9). Mantan walikota Blitar tersebut dinilai salah pemahaman jika pengembalian pemilihan ke DPRD itu menggunakan hak istimewa ibukota. Menurutnya hanya Yogyakarta yang memiliki hak istimewa karena menganut kerajaan. "Jakarta khusus karena ibukota, nggak ada kabupaten kota, dan tidak punya otonom. Lainnya sama, tidak bisa mengubah sistem pemilihan kecuali Yogyakarta yang menganut kesultanan," ungkapnya. Ditambahkannya, jika biaya tinggi dan kegaduhan politik yang menjadi masalahnya sebaiknya di rubah hal teknis tetapi tidak mengubah subtansi bahwa pemilihan secara langsung oleh rakyat dihapuskan dengan begitu tidak menghilangkan legitimasi rakyat. "Misalnya menambah jumlah wakil gubernur, deputi, itu bisa agar tidak ada konflik dan tercipta efisiensi," tandasnya. (Yds/JP)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)