Ronda

Mustofa Chevy Habsy/Silabna

Istana Bocor

Administrator | Sabtu, 28 April 2018 - 17:39:15 WIB | dibaca: 243 pembaca

 

Bocornya pertemuan PA 212 dan jokowi yang diharapkan bisa mencoreng kemurnian 212 oleh pihak yang anti HRS dan Alumni 212, berbalik akan mencoreng pihak Istana sendiri.

Dalam tradisi agama dan kaum jahiliyah sekalipun, yang namanya tamu dimana tempat harus wajib dijaga kehormatan kemuliaannya serta keselamatannya oleh tuan rumah, apalagi pertemuan tertutup tersebut, terjadi di Istana, bersama presiden yang sangat berkepentingan wajib harus menjaga wibawa dan keamanan Istana pusat kerja kerja dan segala perintah perencanaan pemerintahannya.

Saya tidak yakin Jokowi serendah ini ingin membocorkan pertemuan tertutup tersebut. Saya tidak yakin akhlak spiritual rasa politik beliau serendah itu, sehingga beliau sengaja membocorkan pertemuan ini,  untuk keuntungan pihaknya ataupun beliau ingin sekedar memanfaaatkan untuk amankan jabatannya saat pilpress 2019 nanti.

Sistem Informasi dan keamanan Istana sepenuhnya adalah tugas setneg dan pengakuan Bey Machmudin sebagai penanggung jawab dan kepala Biro Press Istana yang menyangkal bahwa pihak Istana telah membocorkan pertemuan tertutup ini adalah jawaban benarnya apa yang dikatakan team 11 PA 212 tentang sifat pertemuan yang disepakati TERTUTUP  sifatnya yang tidak boleh dibocorkan keluar.

Apapun alasannya pihak istana wajib harus membersihkan nama besar dan kemuliaan Istana President dan bertanggung jawab mencari oknum yang membocorkan dan memviralkan pertemuan tersebut di sosmed sampai dapat, demi nama baik  President yang dipercaya rakyatnya.Apalagi semua tamunya adalah rakyatnya sendiri dan Istana tersebut hakikatnya dipinjamkan rakyat untuk dijaga kehormatannya oleh Presiden mereka.

Kalau kasus kriminal ini tidak bisa di clear kan,maka kepercayaan rakyat kepada keamanan istana dan President akan turun drastis. Nama baik President yang tidak bisa menjaga kehormatan tamu tamunya akan terhinakan dan tidak akan dipercaya rakyatnya.

Bagaimana President akan bisa mengamankan menjaga kehormatan dan rahasia negara yang dipimpimpinnya, kalau pertemuan yg sifatnya tertutup di Istananya sendiri sampai bisa dicuri dan disebarkan tanpa bisa diketahui siapa oknum yang telah membocorkan semua ini dan apa maksud dan tujuan dibaliknya.

Kalau pelaku kasus ini belum ditangkap maka fitnah apapun yang hendak dituduhkan kepada HRS dan 212 tidak akan diterima dan tidak akan dianggap orang lain,

 

Semua timpahan kesalahan dan setting maksud dan tujuan diadakannya pertemuan ini akan kembali keburukannya kepada pihak tuan rumah sumber yang bertanggung jawab terjadinya hal ini, yaitu fihak Jokowi dan Setneg sebagai penanggung jawab pelaksana pengatur sistem keamanan Istana.

Apalagi setelah itu muncull dadakan sosok Novel Bamukmin yang bertindak atas nama kelompok Presidium 212 yang  memerankan gerakan 212 oposisi dari  Persaudaraan 212 yang dibentuk HRS langsung refresentative mewakili HRS dalam peretemuan yang kemudian bocor dan viral di sosmed.

Novel muncul dan ingin kesankan kepada Muslimin pencinta HRS bahwa mereka tidak seperti PA 212 nya Sobri Lubis yang dibentuk langsung oleh HRS.

Novel dan kelompoknya serta semua fihak yang mau mengambil keuntungan dari terjadinya  kebocoran pertemuan diatas,tidak menyadari bahwa semua ini akan dianggap setting politik agen agen Pro Istana,yang disetting Istana untuk memecah belah kubu HRS dan gerakan 212 yang sangat diharapkan dan dinantikan masyarakat sebagai pelopor terdepan perjuangan  gerakan perubahan rakyat dan Muslimin Indonesia kedepan.

sebelum oknum yang membocorkan pertemuan ini bisa ditemukan dan ditangkap, maka gerakan Presidium dan apapun alasan yang diberikan musuh musuh HRS, akan dianggap rekayasa setting dan bisa bisanya antek  kubu Jokowi dan pihak Istana untuk memecah belah gerakan 212 yang dipimpin HRS.

HRS dan PA 212  atau FPI pimpinan ustad Sobri Lubis akan tambah dicintai masyarakat karena mereka adalah tamu tamu yang difitnah yang seharusnya wajib dijaga kehormatan dan keselamatannya oleh pihak Istana Presiden Jokowi."

Sesungguhnya orang yang mulia adalah tuan rumah yang menjamu menjaga kemuliaan tamunya dan itulah tanda orang orang yang bertaqwa disisi Allah (Hadis)

Jokowi pasti akan menugaskan segera untuk menangkap oknum pembocor dan fitnah yang keluar dari pertemuan ini untuk mengembalikan  wibawa Pemerintahannya.

Setneg sebagai penanggung jawab harus menunjukkan profesionalitasnya dan membersihkan wajah Jokowi dan kehormaran istana rakyat yang tercoreng atas bocornya pertemuan tertutup di Istananya ini.

Sekali lagi apapun maksud dari sang pembocor dan fihak fihak yang diuntungkan atas bocornya pertemuan ini akan mencoreng muka kubu Presiden yang mereka dukung dan kehormatan istananya sendiri.

Mereka harus ingat :" Mereka memiliki makar dan rencana,tetapi rencana Allah yang menentukan dan mengalahkan semua rencana dan makar mereka (Qs).

Oleh : Mustofa Chevy Habsyi /SILABNA

 

 

 










Komentar Via Website : 9
Walatra Propolis Brazil
01 Mei 2018 - 20:14:45 WIB
Walatra Propolis Brazil

http://goo.gl/gxEkvk
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)