Kerak Telor

Kerak Telor, Sajian Minimalis khas Festival

Administrator | Selasa, 19 Desember 2017 - 19:37:14 WIB | dibaca: 274 pembaca

Keras Telor Kuliner Khas Betawi (foto/bia/JP)

MONAS - (Jakpos.web.id) Kerak Telor merupakan salah satu makanan ciri khas masyarakat Betawi yang keberadaannya sudah mulai sulit ditemukan. Untuk dapat menikmati atau mencicipi makanan yang terbuat dari kelapa sangrai ini hanya dapat ditemukan di pasar-pasar malam ataupun event-event tertentu seperti pada Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan festival-festival yang berhubungan dengan kebudayaan Betawi di Monumen Nasionl (MONAS).

 

Jakarta cerah ceria malam itu. Purnama yang belum bulat sempurna mengintip di sela gumpalan cumulus. Menemani tangan terampil Ahmad (23), menaburkan sesendok beras ketan di atas ketelmini yang sudah dipanaskan, lalu menutupnya.

 

Selang beberapa menit, ketan mengerak. Giliran sebutir telur bebek dia pecah-campurkan hingga merata. Serundeng, irisan cabai rawit, kencur, jahe, merica bubuk, ebi, garam, dan gula pasir menyusul kemudian. Tangan kanannya juga tak kalah cekatan memainkan kipas bambu bertangkai untuk menjaga api di anglo agar menyala sempurna.

 

Ahmad merupakan satu dari sekian banyak pedagang kerak telor yang masih bertahan di kawasan Monumen Nasional (Monas). Pria asli Betawi itu mengaku, setiap hari berjualan di objek wisata yang menjadi icon Jakarta itu. "(Saya) datangnya sore. rumah saya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan," kata Ahmad (17/12)

 

Dia memilih untuk berjualan pada sore hingga malam hari, lantaran rupiah yang didapat lebih banyak dibandingkan berdagang di siang hari. Jamal baru pulang setelah malam merangkak menuju dini hari. “Kalau siang sudah banyak yang jualan, jadi sepi pembeli," ungkapnya.

 

Pemuda ini mengaku terkadang berjualan di wilayah lain. Namun, itu dilakukan saat momen-momen tertentu. Seperti saat hajat tahunan Pekan Raya Jakarta (PRJ) menjelang HUT Betawi. “Mungkin tahun ini saya juga buka lapak di sana," katanya.

 Mengapa kerak telor? Ahmad mengaku hanyaKerak telor itulah keahliannya, ini merupakan warisan ibu saya, ucapnya. Dari berjualan kerak telor Ahmad bisa mengantongi uang Rp250 sampai Rp300 ribu setiap malam. Satu porsinya dia banderol seharga Rp 25 ribu.

Tak banyak referensi yang memaparkan secara jelas asal-usul makanan ini. Meskipun telah berjualan Kerak Telor sejak 3 tahun lalu, Ahmad juga tidak mengetahui dengan pasti asal-usul kudapan ini. Dia mengaku memiliki keterampilan meracik kerak telor dari warisan ibunya," tandasnya. (Bia/JP)

 

 

 










Komentar Via Website : 3
Cara mengatasi sendi akibat chikungunya
30 Januari 2018 - 13:33:05 WIB
Bagus sekali infonya terima kasih :)
https://goo.gl/wjrjBU
https://goo.gl/FD3XqK
ht tps://goo.gl/QaLgHD
https://goo.gl/Zo7JeL
https://g oo.gl/B7dxWA
agen resmi qnc jelly gamat pekanbaru
20 Juli 2018 - 13:46:31 WIB
makasih gan infonya gan
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)