News

KPPU Nilai Pengalihan Asset Uber dan Grab bukan Monopoli

Administrator | Sabtu, 28 April 2018 - 15:24:06 WIB | dibaca: 54 pembaca

Tangerang, Jakpo.web.id- Komisi Persaingan dan Pengawas Usaha (KPPU) menilai aset perpindahan antara aplikator Uber dengan Grab adalah diluar cakupan monopoli usaha dan tertuang dalam UU No.5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli usaha dan persaingan tidak sehat.

" Transaksi tidak wajib dinotifikasikan karena diluar cakupan definisi penggabungan usaha atau peleburan pengambilalihan," Kata Ketua KPPU, Sarkawi Rauf diLippo Karawaci, Tangerang, (26/4).

Pada Kamis malam, KPPU mengatakan akuisisi terjadi pada pelaku usaha aplikasi daring Uber dan Grab diwilayah Asean ihwal penjualan aset. Namun, apabila tidak memperoleh keuntungan tentu dilakukan penjualan aset seperti contoh di negara Cina dan India.

" Terjadi diwilayah Asean, biasanya terjadi sudah dilakukan dinegara lain terutama di Cina dan India. Di wilayah-wilayah yang tidak untung dia akan menjual aset-asetnya di Asia yang beli Grab," ucap Sarkawi.

Untuk pelaporan aset, KPPU terkait tindakan pengalihan aset harus melalui notifikasi. Oleh karena itu, pihaknya tetap melakukan monitoring.

" Biasanya proses merjer diperoleh ada perusahaan kendali yang diambil alih asetnya seperti negara Malaysia harus wajib melaporkan semua tindakan pengambil alihan harus menotifikasi," terangnya.

Dari pemaparan KPPU, negara Singapura dan Malaysia sebagai aplikator pelayanan jasa transportasi online harus wajib melaporkan jika diakuisisi akan tetapi berbeda dengan di Indonesia tidak perlu melakukan hal tersebut.

" Bentuk-bentuk penggabungan akuisisi Grab mengambil aset milik Uber tetapi tetap eksisi. Jadi Grab mengambil kaki-kaki sehingga tidak bergerak. Artinya disisi pangsa pasar Grab mengalami peningkatan. Kalau di Malaysia dan Singapura harus mewajibkan di Indonesia tidak ada kedepan UU kita mewajibkan," beber KPPU.

Hal serupa disampaikan oleh Direktur Penindakan KPPU, Gopprera Panggabean dalam perpindahan aset Uber di Asia Tenggara terkait pelaporan yang kepada KPPU. Melalui proyektor KPPU, menjelaskan secara rinci pengalihan perusahaan dibidang jasa transportasi dan negara-negara yang telah diakuisisi oleh Grab.

" Dalam akuisi ada pelaporan keterlambatan wajib lapor terkait dari Uber dan Grab," singkatnya. (Dw)

 

 

 

 










Komentar Via Website : 3
Cara Mengobati Herpes Genital Pada Pria Dan Wanita
07 Mei 2018 - 16:01:23 WIB
Cara Mengobati Herpes Genital Pada Pria Dan Wanita

http://bit.ly/2In6Fmk
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)