News

Mantan Pacar, Sekap dan Perkosa Gadis Pondok Aren

Administrator | Kamis, 08 Februari 2018 - 20:53:54 WIB | dibaca: 138 pembaca

TANGERANG, jakpos.web.id – Seorang penggangguran Firman Saputra, 20, warga Serpong terpaska berurusan dengan pihak berwajib setelah menyetubuhi mantan pacar AS,21, di satu penginapan kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren . Pasalnya ia lalu ditangkap anggota Polres Tangerang Selatan.

Kasus itu terungkap setelah AS,21, menghubungi keluarganya melalui handphone milik pelaku bahwa dirinya menjadi korban penyekapan di wisma tersebut

Menurut Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto didampingi Kasatreskrim Polres AKP Akexander Yurikho, Selasa (4/2), kejadian bermula saat tersnagka menghubungi mantan kekasihnya AS,21, untuk mengajak bertemu

Korban menolak karena hubungan sebagai kekasih sudah putus beberapa bulan lalu. Karena permintaan itu ditolak, tersangka mengancam akan menyebarkan video hubungan intim mereka November 2017 lalu lewat media sosial (medsos).

Mendapatkan ancaman tersebut akhirnya AS menyetujui bertemu di satu kamar di atau wisma kawasan Bintaro, Pondok Aren Sabtu (20/1). Di kamar mereka ngobrol serta korban AS meminta rekaman video porno yang dibuat diberikan kepada dirinya untuk dihapus.

Menurut AKBP Fadli Widiyanto, video porno bukannya diberiksan seperti dijanjikan korban malah diancam dan dilarang keluar kamar serta tidak boleh berteriak. Ancaman itu membuat korban takut yang akhirnya pelaku kemudian mengikat kaki dan tangan korban di tempat tidur menggunakan jaket.

Tidak hanya itu, tambah AKBP Fadli Widiyanto, ternyata pelaku juga menyetubuhi korban . Setelah itu pelaku kemudian pergi ke luar mencari makan ke warung namun korban masih dalam keadaan terikat. Usai membeli makan di warung pelaku kembali masuk kamar wisma dan melakukan persetubuhan lagi dengan kondisi korban dalam keadaan terikat tanpa perlawanan.

Setelah disetubuhi dua kali, tambah AKP Alexander Yurikho, pelaku kemudian kelelahan dan tertidur pulas. Situasi itu oleh korban yang masih tanpa busana kemudian mencoba menghubungi keluarga menggunakan handphone milik pelaku yang ada di atas tempat tidur. Pasalnya handpohon milik korban rusak setelah dibanting pelaku saat sampai di tempat penginapan.

Setelah sambungan handphone terhubung dengan pihak keluarga kemudian korban mengatakan bahwa dirinya dalam keadaan terikat dan disekap di h kamar penginapan oleh pelaku serta minta tolong untuk diselamatkan.

Mendapatkan informasi tersebut kelaurga korban kemudian menghubungi Polres Tangsel yang kemudian bersama-sama mendatangi tempat penginapan yang disampaikan korban.

 

“Pelaku tidak dapat berbuat banyak saat petugas datang dan menangkapnya serta berhasil menyelamatkan korban AS yang masih dalam keadaan terikat,” ujar AKP Alexander Yurikho yang menambahkan pelaku kini sudah ditahan dan tengah dimintai keterangan dalam kasus penyekapan dan pencabulan tersebut.

Di hadapan petugas, pria pengangguran ini mengaku rindu dengan kekasihnya itu. Ia pun sengaja memaksa dan mengancam kekasihnya untuk memuaskan nafsu bejatnya. (ade/GN)

 










Komentar Via Website : 2
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)