kota kita

Menyelamatkan Maskot DKI Jakarta Yang Hampir Punah

Administrator | Minggu, 26 November 2017 - 10:36:43 WIB | dibaca: 159 pembaca

Salak Condet, Ikon Betawi yang sudah mulai punah (foto : non/jp)

CONDET, Jakpos.web.id - Seiring berjalannya waktu, kini Salak Condet yang sempat mejadi mascot ibukota sudah hamper punah. Salah satu kebun Salak Condet milik Pemprov DKI yang masih tersisa berada di daerah Jl. Kayu Manis, Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur. Jalan yang harus ditempuh untuk sampai kekebun tersebut cukup berliku karena harus melewati jalan terjal yang bersebelahan langsung dengan Sungai Ciliwung.

Kebun yang barudi beli Pemprov DKI sejak tahun 2007 dengan tujuan untuk dilestarikan ini sudah dikelola oleh Pak Asnawi atau biasa disebut Bang Awi. Ia merupakan salah satu pengurus yang dari awal saat kebun dibebaskan sudah menjaga dan merawat kebun Salak Condet.

Bang Awi beker ja merawat kebun Salak Condet dengan ikhlas karena memang sudah cinta dan kasih terhadap tumbuhan.

“Saat banjir melanda Jakarta sampai masuk ke Istana Negara, kebun ini pun ikut terendam banjir. Bapak turun tangan menangani kebun ini.

Kalau tidak cepat ditangani bisa-bisa semua pohon disini bias mati. Bapak bersihkan lumpurnya” ucap bang Awi.

Bang Awi mengatakan Salak Condet yang berada di kebun ini berjumlah 9 variates rasa.  Mulai dari asem, sepet, dan manis. Salak Condet sangatlah berbeda dengan jenis salak yang berada di daerah Sleman.

Saat sedang musim panen, Bang Awi tidak pernah telat dalam menyetor hasil panen Salak Condet kepada pemerintah. Tetapi tak bisadi pungkiri, Bang Awi menjual pula beberapa buah Salak Condet yang sedang panen tersebut.

Kebun seluas 4 hektar ini ternyatat idak hanya ditumbuhi oleh Salak Condet. Terdapat pula pohon dukuh, melinjo, kecapi, pucung, dan juga pohon kapuk. Bahkan Bang Awi juga menanam buah bernuk atau buah maja di sekitar kebun serta mencangkok buah dukuh.

Perlu diketahui sangat susah untuk mencangkok buah yang tidak bergetah untuk menumbuhkan akar salah satunya buahdukuh.  Diperkirakan pohon Salak Condet yang terdapat di kebun Pemprov DKI ini berusia sekitar 300 tahun.

”Kalau bukan Bapak yang merawat nanti gimana ketika anak kalian nanya gimana sih bentuk pohon Salak Condet, kan kalau masih ada terus sampai turun temurun nantinya kalian bias langsung kasih lihat bentuk pohon Salak Condet di kebun ini bukan hanya bentuk buahnya saja.” Ucap Bang Awi. (non/jp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)