Sosok

Penghianatan Diri bagi Lembaga Survey yang Release Berdasarkan Pesanan

Administrator | Sabtu, 23 Desember 2017 - 00:36:04 WIB | dibaca: 95 pembaca

Jakarta-Jakpos.web.id-Maraknya lembaga survey yang merilis hasil riset berbasis pesanan sebagai penghianatan bagi diri dinilai dapat merusak ibadah  hanya karena uang.

Mungkin saat  zaman now terasa sulit mencari seorang peneliti yang berintegritas. “Jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga,” kata peneliti Populi Center, Usep Saepul Ahyar.  Kamis (21/12).

Usep menjelaskan keinginanya untuk berguna bagi Negara dengan menyajikan data penelitian yang valid, dengan mengacu pada metodologi yang dapat dipertanggung jawabkan, ungkapnya.

Pria lulusan S2 Sosiologi Universitas Indonesia (UI) ini, mengikat diri dengan pengabdian dan kecitaan pada  bidang riset yang ketat dengan prosedur ilmiah. Namun menurut direktur Populi center yang juga berprofesi sebagai dosen Universitas Serang Raya, menguraikan rasa kecewa, bahwa bukan hanya lembaga survey yang bermain nakal, namun pemilih juga berkontribusi merusak data yang disajikan. Menurutnya, masyarakat cenderung permissive, senang dengan money politik. Aturan pun yang tersedia  belum cukup memadai  untuk mengatasi resiko yang terjadi dilapangan, jelasnya.

Hasil survey populi center yang notabene lembaga baru berkecimpung didunai penelitian opini, sering dinanti-nanti oleh masyarkat, ulasnya.

Ini sungguh menarik, ungkap penulis jurnal micro update yang pernah bekerja di LP3ES dan lembaga pengembangan potensi dan keswadayaan, prediksi dan data yang di rilis populi hasilnya memuaskan dengan margin error 2 sampai 3 persen, populi bukan saja mengadakan survey, namun populi juga melayani quick count dan exit poll bahkan Usep beberapa kali bekerjasama dengan lembaga riset internasional untuk pengayaan dan pengakuan akan lembaga survey yang di pimpinnya,populi saat ini berkonsentrasi membuat riset yang mendalam, ini dilakukan sebagai langkah maju populi center untuk menyodorkan hasil penelitian kualitatif yang lebih holistik, tandasnya. (Apri/JP)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)