Suara Kebon Sirih

Program Menghilang, Pejabat Pemprov DKI Bohongi Anies-Sandi

Administrator | Kamis, 19 Oktober 2017 - 22:38:34 WIB | dibaca: 146 pembaca

Kebon Sirih, JakPos.web.id - Program serta visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2018. Padahal KUA-PPAS adalah cikal bakal Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Hal ini membuat DPRD DKI Jakarta berniat mengembalikan KUA-PPAS ke pemprov. Nilai KUA-PPAS 2018 yaitu sebesar Rp 74,06 Triliun.

"Dibohongi itu tim sinkronisasi. Tak ada sama sekali program Anies-Sandi," ungkap Wakil Ketua DPRD DKI, Muhamad Taufik, Kamis (19/10).

Menurut politisi Partai Gerindra itu, tim sinkronisasi sudah dibohongi sejak membahas KUA-PPAS bersama para pejabat Pemprov DKI.

"Begitu masuk ke kita (DPRD) ternyata tak ada juga programnya di KUA-PPAS," ucapnya.

Taufik mengatakan, seluruh pimpinan termasuk Ketua DPRD, Prasetio Edi Marsudi sudah menandatangani surat pengembalian KUA-PPAS.

Sebelumnya Bappenda DKI Jakarta menyebut program Anies-Sandi sudah masuk nomenklatur (penamaan) yang berbeda. Sebab beririsan dengan dengan program di era Ahok.

"Sekarang gubernur dan wagubnya Anies-Sandi. Jadi nomenklaturnya juga harus sesuai dengan program dia (gubernur baru)," katanya.

Taufik berencana menemui Anies Baswedan untuk membahas  KUA-PPAS 2018. Meski dikembalikan, Taufik  menjamin tidak akan ada keterlambatan pengesahan APBD yaitu pada bulan Desember 2018. (yud/JP)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)