News

Sidang TKI Tujuan Saudi, PN Jaktim Ungkap Perdagangan Manusia

Administrator | Selasa, 01 Mei 2018 - 06:12:58 WIB | dibaca: 119 pembaca

Jaktim, Jakpos.web.id- Puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) digagalkan berangkat ke negara Arab Saudi oleh pihak Imigrasi di Bandara Malaysia yang bekerjasama dengan KBRI.

Korban rencananya hendak bekerja dengan pendapatan yang menggiurkan oleh jasa ketenaga kerjaan di jalan Condet, Jakarta Timur.

Dengan dilengkapi paspor tujuan umroh korban, sempat tertahan dan diperiksa pihak terkait dibandara dikarena dokumen tidak sesuai.

Kini kasus tersebut disidangkan di ruang Purwo Ganda Subroto, Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Pada Senin (30/4), saksi sekaligus korban secara maraton dimintai keterangan ihwal kejadian yang dialami oleh puluhan korban lainnya.

Saat itu, saksi yang berjumlah tiga orang, satu diantarannya adalah dari pihak kepolisian dan dua orang lainnya saksi dari korban.

Ketua majelis hakim, Endang Priatiningsi, SH menanyakan kepada saksi yang hadir diruang sidang perihal tentang peran terdakwa yaitu Hj. Fatmawati, Maslah, Zunaidi dan Rofiq.

" Diminta uang berapa ?," tanya Hakim ketua.

Spontan dijawab oleh saksi wanita dewasa yang mengenakan berhijab kepada Majelis hakim dengan tujuan dapat bekerja di negera Arab Saudi dan diberi uang tambahan oleh terdakwa.

" Diberi uang. Ke Arab Saudi," balas saksi diruang sidang.

" Siapa yang menghubungi ?,  Berapa orang yang diberangkatkan bulan apa ?," tanya hakim kembali.

" Ibu Fatmawati, bulan Mei...," balas saksi.

" Sebelumnya sudah pernah kesana (Arab Saudi-red). Ditangkap dimana," tanya hakim lagi.

" Belum pernah, ditangkap di Imigrasi Bandara," kata saksi.

Lalu, Majelis hakim kembali bertanya kepada kedua orang saksi saat ditangkap dibandara. Kemudian terkait kepemilikan paspor serta biaya administrasi pembuatan.

" Megang paspor nggak kamu. Paspor siapa yang bayar. Kamu tau nggak siapa yang buat paspor ?," tanya hakim.

Saksi kembali menjelaskan kepada Majelis hakim terkait tujuan penerbangan kepada petugas Bandara ketika diamankan saat itu.

 

" Ditanya mau kemana oleh petugas Imigrasi mau umroh. Untuk kerja (paspor). Nggak tau," jawab saksi kepada Majelis hakim.

Penuntut umum juga melayangkan pertanyaan singkat kepada saksi terkait proses pemberangkatan tenaga kerja yang dilakukan oleh terdakwa.

" Saudara saksi, kerjannya apa . Biasa berangkatkan orang sudah ada yang diberangkatkan ?," tanya jaksa, Berliana dari Kejagung.

" Sudah ada," jawab saksi.

Para terdakwa diancam dengan pasal UU No. 12 Tahun 2007 Tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Serta pasal 39 UU Tahun 2004 Terkait perlindungan tenaga kerja luar negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Andre Kristian, SH mengatakan dalam kasus tersebut Hakim lebih fokus pada kelengkapan izin tenaga kerja luar negeri.

" Kalau yang diambil sama hakim tentang perizinan. Kerja diluar negeri Arab Saudi," papar Penasehat hukum terdakwa.

Kata Andre, masalah itu terjadi ketika korban akan diterbangkan dari Surabaya ke Arab Saudi. Saat di Malaysia, korban tertahan dan diketahui oleh KBRI dan jumlah korban sekitar 17 orang.

" Jadi, korban ini dibawa ke Arab pas di Malaysia ketahuan petugas KBRI. Korban Jumaini dan Ati. Tadi dipersidangan Zainal pembuat paspor, Rofiq yang mengantarkan kedua orang dari Surabaya ke Malaysia naik pesawat," ungkap Andre.

Diketahui, sejak awal persidangan saksi-saksi hingga kini didampingi oleh petugas LPSK. (Dw)

 










Komentar Via Website : 10
Cara Menjadi Agen Atau Reseller QNC JELLY GAMAT
01 Mei 2018 - 09:31:04 WIB
Cara Menjadi Agen Atau Reseller QNC JELLY GAMAT

http://goo.gl/pzw8km
Walatra Propolis Brazil
01 Mei 2018 - 20:14:29 WIB
Walatra Propolis Brazil

http://goo.gl/gxEkvk
Cara Mengobati Herpes Genital Pada Pria Dan Wanita
07 Mei 2018 - 16:02:16 WIB
Cara Mengobati Herpes Genital Pada Pria Dan Wanita

http://bit.ly/2In6Fmk
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)